Saturday, February 27, 2010

Cinta Habiburahman As Syirazy Berputik di Kelantan

Ulasan perjalanan Kang Abik, Habiburahman As Syirazy berhubung travelog dakwahnya kebumi serambi mekah. Dijemput sebagai wakil kerajaan negeri, beliau menjadi duta mempromosi hiburan islam.

Menulis sendiri episode dan monolog mindanya, elok juga untuk kita meneliti jalur pandang dan fikir seorang ulamak muda Indonesia jiran serumpun kita.

Berdakwah melalui seni bukanlah sesuatu yang asing, bahkan nama seperti Buya HAMKA, Sheikh Tahir Jalaludin, Tuk Kenali sendiri pun pernah menganyam pelbagai cerita kemasyarakatn yang sarat dengan info dan didikan. Tujuannya memandu manusia ke jalan redha allah dalam methodology yang pelbagai.

Bersama catatan perjalannannya :



Siang itu, 14 Februari 2010, saya mendarat di Bandara Kota Bharu, Negeri Kelantan. Saya datang ke Kelantan atas undangan Departemen Penerangan Kerajaan Negeri Kelantan, sebagai pembicara ahli dalam acara talkshow berjudul, Selebriti Sebagai Ikon Masyarakat dalam momen Festival Hiburan Islami.

Juga diundang untuk memberi kuliah umum di Masjid Kerajaan. Tiba di bandara panitia sudah datang menjemput. Mereka terdiri dua orang gadis dan dua orang lelaki. Ramah dan baik. Saya langsung diajak untuk menemui tokoh paling dihormati di Negeri Kelantan, yaitu seorang ulama kharismatik yang juga menjabat sebagai Menteri Besar Kerajaan Negeri Kelantan, yaitu Tuan Guru Dato’ Haji Nik Abdul Aziz Bin Nik Mat.

Di rumah dinas, tempat Menteri Besar biasa menerima tamu, para wartawan dari media cetak dan elektonik telah menunggu. Ternyata di sana sudah datang terlebih dahulu seorang artis dan penyanyi terkemuka Malaysia yang kini setia mengenalkan jilbab, yaitu Wardina Shafiyyah. Tuan Guru Nik Abdul Aziz menyambut dengan senyum yang mengembang.

Kharismanya sebagai seorang ulama tampak jelas. Sayangnya beliau tidak bisa berlama-lama menemani. Sebab saya datang memang terlambat. Saya sampai di Kota Bharu pukul 12 siang lebih, yang semestinya dijadwalkan pukul 11 siang. Penyebab keterlambatan itu adalah pesawat Malaysian Air Lines yang tidak tepat waktu. Semestinya terbang dari KLIA ke Kota Bharu pukul 10.00 ternyata baru terbang pukul 11.20. Saya dijadwalkan bertemu dan berbincang dengan Menteri Besar Tuan Guru Nik Abdul Aziz pukul 11.00, dan beliau ternyata sudah menunggu sejak pukul sebelas.

Beliau pun masih setia menunggu sampai saya datang. Hanya saja tidak bisa berlama-lama menemani, sebab ada tamu lain yang juga harus beliau temui.

Sementara beliau menemui tamu yang lain, saya yang baru datang diminta untuk menyantap hidangan makan siang bersama Wardina Shafiyyah dan suaminya. Sebelum makan siang, para wartawan minta konferensi pers. Banyak pertanyaan yang diajukan seputar perkembangan perfilman di Indonesia.

Ada juga yang bertanya tentang proses pembuatan film berkarakter seperti Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat Ayat Cinta. Saya sempat menunggu-nunggu adakah wartawan yang akan menanyakan hal berkaitan dengan Manohara. Sebab saya sedang berada di tempat Manohara pernah membuat kisah yang banyak mendapat perhatian di Indonesia. Ternyata tidak ada satu pun yang menyinggung masalah itu. Semuanya fokus menanyakan segala hal yang berkaitan dengan seluk beluk perfilman dan sastra.

Adzan dhuhur berkumandang, Menteri Besar mengajak shalat berjamaah. Saya tidak ikut karena ada bagian dari pakaian saya yang kotor, saya memilih untuk menjama’ shalat dengan jama’ ta`khir. Selesai shalat berjamaah Menteri Besar kembali menemui saya. Kami berbincang- bincang sebentar. Lalu bagian dokumentasi Kerajaan Negeri Kelantan meminta saya berfoto bersama Menteri Besar Tuan Guru Nik Abdul Aziz.

Setelah itu panitia mengajak saya langsung ke acara inti yaitu talk show di KB Mall Kota Bharu Kelantan. Panitia memberi tahu pengunjung telah membludak. Saya meminta pengertian panitia untuk membawa saya ke hotel dulu. Sebab saya baru tiba dari bandara, saya perlu cuci muka dan ganti pakaian.

Sebenarnya sejak awal saya ingin ke hotel dulu dan berpakaian lebih rapi ketika bertemu dengan Tuan Guru Nik Abdul Aziz. Tetapi waktu tidak memungkinkan, Tuan Guru sudah lama menunggu. Akhirnya saya ikut saja. Maka ketika saya diajak langsung ke KB Mall, saya minta pengertian panitia. Dan mereka setuju. Saya dibawa ke Kelantan Trade Centre untuk membersihkan badan dan ganti pakaian. Acara talk show di KB Mall berjalan hangat. Pengunjung membludak.

Yang unik adalah background panggung dan hiasan Mall seratus persen bernuansa China. Karena hari itu memang bertepatan tahun baru China. Akan tetapi acara sesungguhnya adalah Festival Hari Hiburan Islam. Dalam acara itu tampak jelas kerinduan masyarakat Malaysia akan hadirnya film-film Islami di Malaysia. Masyarakat Malaysia mengakui dalam hal kreatifitas pembuatan film Islami pun Malaysia masih tertinggal beberapa langkah dari Indonesia.

Mereka takjub dengan yang terjadi di Indonesia. Mereka merindukan adanya audisi pemilihan bintang film yang bermoral seperti yang dilakukan di Indonesia melalui film Ketika Cinta Bertasbih. Hari berikutnya, saya menyempatkan diri melihat rumah kediaman Menteri BEsar sederhana dan paling bersih di Malaysia. Saya memang ingin melihat langsung seperti apa rumah tokoh besar yang namanya tercatat dalam 50 tokoh Islam berpengaruh didunia dan dimuat dalam buku berjudul ”The 500 Most Influential Muslims” yang dieditori oleh Prof. John L Esposito dan Prof Ibrahim Kalin.

Rumah Menteri Besar Nik Abdul Aziz memang biasa saja, sama dengan umumnya rakyat Malaysia. Rumah itu ada di samping masjid, berada di komplek lembaga pendidikan yang didirikannya. Tak ada penjaga. Tak ada protokoler. Tak ada polisi yang tampak. Benar-benar biasa.

Siapa pun bisa menemui Menteri Besar ini jika beliau ada di rumah. Siang itu beliau tidak ada di rumah. Saya memang tidak membuat janji untuk itu. Saya ditemui salah satu putra beliau yang juga bersahaja. Dari cerita orang-orang Kelantan, ternyata Menteri Besar Dato` Nik Abdul Aziz dikenal orang yang sangat dekat dengan segala lapisan masyarakat. Ada kebiasaan unik yang dilakukan pemimpin paling kharismatik di Malaysia ini.

Setiap hari Jumàt, tepatnya setelah shalat shubuh, Menteri Besar yang juga ulama besar ini selalu menyediakan diri menjadi tukang cukur bagi rakyatnya. Maka tak heran, jika setiap hari Jumàt, masyarakat berdatangan shalat shubuh di masjid beliau, dan beliau yang menjadi imam shalat. Selesai shalat shubuh puluhan orang bersiap diri untuk dicukur rambutnya oleh beliau. Dan beliau melakukan hal itu dengan penuh rasa sayang pada rakyatnya.

Kebiasaan beliau yang lain. Selama ada di kantornya, jika bukan untuk urusan negara maka beliau akan mematikan semua fasilitas yang ada di sana. Misalnya jika dia harus shalat pada waktu malam, karena shalat adalah urusan pribadi dan bukan urusan negara, dia mematikan lampu dan AC yang ada di ruangannya. Kepribadian ini mengingatkan pada kepribadian Umar bin Abdul Aziz.

Tak heran jika Dato` Nik Abdul Aziz ini, pada tahun 1998 dinobatkan oleh Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) sebagai Menteri Besar – kalau di Indonesia sepadan dengan gubernur- yang memiliki reputasi paling bersih di Malaysia. Anugerah itu diberikan sebagai penghargaan atas usaha beliau menentang gejala bentuk suap dan korupsi selama memerintah Negeri Kelantan selama hampir 18 tahun.

Tiga hari saya berada di Malaysia, dan saya menjumpai betapa cintanya penduduk Kelantan pada Tuan Guru mereka, kepada ulama mereka yang juga menjadi Menteri Besar mereka. Ada kalimat Tuan Guru Dato` Haji Nik Abdul Aziz yang diingat selalu oleh rakyatnya, yaitu, “Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menyatukan hati banyak orang. Bukan pemimpin yang hanya mampu menggunakan kekuasaannya untuk membatasi ini dan itu.” Selama tiga hari juga, saya masih penasaran kenapa tidak satu orang pun yang menyinggung Manohara. Akhirnya pada suatu jamuan makan bersama beberapa panita, salah seorang dari mereka menanyakan kasus Manohara. Dia bertanya, apakah citra Kelantan sedemikian buruk di Indonesia. Saya jawab, mungkin iya. Tampak dia agak sedih.

Saya lalu balik bertanya sebenarnya bagaimana masyarakat Kelantan memandang kasus Manohara? Orang itu menjawab, mayoritas masyakarat Kelantan tidak tahu menahu tentang kasus Manohara. Tidak ada beritanya sama sekali di Kelantan. Dan itu juga bukan urusan pihak Kerajaan Negeri Kelantan, tetapi itu urusan dalam rumah tangga Istana Raja. Dia sendiri memandang tidak ada yang bisa dibenarkan dalam kasus Manohara. Menurut dia keduaduanya salah. Dia berkata, “Mereka bertemu secara tidak baik-baik, dan berpisah juga dengan tidak baikbaik. Itu masalah dua anak kecil yang tidak baik, tetapi disangkutpautkan dengan negara.”

Paling tidak mendengar hal itu, saya telah mengetahui satu sudut pandang masyarakat Kelantan tentang kasus itu. Kenyataan yang saya temui, masyarakat awam Melayu Kelantan sangat menghargai bangsa Indonesia. Dan masih mengakui Indonesia sebagai bangsa besar. Seorang di antara mereka dengan jujur mengatakan kepada saya, “Indonesia adalah ikon Islam di Asia Tenggara. Jika Indonesia tegak, maka umat Islam di Asia Tenggara termasuk Malaysia tegak. Jika Indonesia runtuh yang lain juga akan runtuh.”

—————————–
Habiburrahman El Shirazy adalah Budayawan Muda, Penulis Novel Ketika Cinta Bertasbih

Friday, February 26, 2010

Merawat Rindu Bahasa Al Quran

Kehadiran ke Pulau Mutiara tidak menjanjikan segala impian dan kehendak saya tercapai.

Mengajar BA adalah opsyen dan keutamaan saya, namun berkongsi pengalaman dan pelajaran di sekolah baru ini tidak memungkinkan saya mengajar subjek idaman saya ini.

Teringat seimbas tatkala memberi ucapan perpisahan bersama al Fadhil ustaz Jusoh, saya lahirkan kekesalan mungkin tidak algi berkesempatan mengajar BA di sekolah baru nanti yang bilangan pelajar muslimnya amat minority.

Beliau secara spontan dan sengaja menjawab : Allah memilih siapa yang dia kehendaki. Anta mungkin orang tepat untuk berdakwah di sana. Mengajarlah, moga ramai yang mendapat hidayah.

Saya memegang amanahnya. Terus melakar dakwah sekadar termampu, berazam memberi sumbangan terbaik walau bukan dibidang bahasa arab kegemaran saya.

Takdir allah menentukan segalanya.


Bersama DR. Abd Qader As Saa'di - Mursyid dan Murabbi Lughah dan Agama


Saya ditawarkan mengajar Bahasa Arab, memberi tuisyen tambahan untuk anak pelajar disebuah sekolah bestari.

Takdirnya guru BA PMR mereka bersalin dan ketinggalan sentuhan ilmu manakala guru BA tambahan mereka terlibat dalam kemalangan jalanraya. Mungkin 6 minggu dalam perhatian , CUTI.

Maka bermulalah tugasan baru saya, walau mungkin untuk seketika, namun ianya cukup untuk merawat rindu bermain bahasa al quran ini. Mengajarnya dan mengambil manfaat dari keindahan bahasanya.

Setiap isnin dan selasa jam 430 petang, kelas akan bermula di asrama lelaki. Bilangan pelajar berjumlah hamper 15 orang dan semakin bertambah. Namun fokusnya agak terganggu kerana melibatkan tahap pengetahuan dan kelas bercampur, dari tingkatan 1 hinggalah 3.

Saya mencuba sedaya termampu, berfikir sekreatif mungkin menggabung cara dan jalan mengajar.

Prinsip saya, permudahkan apa yang susah dan seronokkan apa yang kelihatan menjemukan. Memotivasikan bukan mendoktrinkan.

Moga lahir nanti kultus suci mereka yang memahami al quran dan mengamalkannya.

Jiilul Quran, Generasi Rabbani.

Rindu Bahasa Arab

Assalamualaikum, Tahniah kepada tuan Jurulatih Utama
Bahasa Arab Negeri Sabah. Pencapaian B.Arab 2009
meningkat sebanyak 8 peratus dan
terima kasih atas bantuan tuan.

Awal Januari lalu, saya menerima mesej ini. Mesej dari Pegawai Bahasa Arab di Jabatan Pelajaran Negeri Sabah, Ustaz Junoh Ismail.

Orangnya agak berusia, dan sedang membilang tahun untuk bersara. Walaupun berperwatakan seperti ayah kepada saya beliau mudah mesra dan komited dalam tugasnya.

Beliaulah yang telah menyenaraikan nama saya dalam organisasi JU BA untuk meningkatkan kualiti dan standard bahasa arab di negeri sabah yang kian merudum saban tahun.


Ketika Persiapan Menuju Ke Jordan - Kursus B.Arab di Pahang

Tanggungjawab besar yang disandang kebahu amanahnya amat besar apabila pencapaian BA ini sering dipersolkan prestasinya. Kehambarannya menjadikannya target amarah dan perhatian dari Pengarah Pelajaran Negeri saban waktu.

Ianya juga menjadi duri dalam daging kepada standard pencapaian PMR Sabah yang sentiasa diiktiraf UNCIT pada pandangan mata pendidikan umum.

Disekolah, ianya juga menjadi kambing hitam dan sasaran mudah untuk memperjelaskan kejatuhan prestasi sekolah umumnya. Mangsa mudahnya ialah guru-guru B.A disemua peringkat.

Walau agak prejudis, itulah reality jiwa yang dihadapi guru BA tanpa perlu didedahkan.

Kesabarannya merancang, mengumpul pengalaman , memugar idea dan tenaga, saya rasa beliaulah yang lebih berhak mendapat ucapan tahniah. Kami hanya membantu sekadar terdaya.

Kekangan kewangan membantutkan usahanya. Namun kesungguhannya mecari dana dalam setiap lubang bajet yang ada memastikan sinar program dapat juga dirasai. Kami para JUBA dihantar untuk berkongsi idea mempromosi teknik SIFAR E BA dan Mukhayyam Lughawi dapat dilaksanakan.


Dalam permusafiran ilmu, menuntut Mutiara Bahasa Al Quran

Bersama 3 rakan sejawatan yang lain, kami bergilir memberi sumbangan. Mereka adalah:

Ketua JUBA – Ustaz Norazamuddin Umar – Maktab Sabah.
Ustaz Naim Majin – SMKA Inanam
Ustaz Itqam Dollah – SMK Benoni.

Saya sendiri sempat berkongsi sumbangan kebeberapa sekolah berhampiran antaranya ialah SMKA Inanam , SMKA Tun Mustapha , SMUA Toh Puan, SMUA Islamiah Papar, SMK Tamparuli, SMP sendiri, SMK Benoni dan lain lain. Moga keputusan semuanya membanggakan.

Mesej keduanya sampai lagi :

Pencapaian BA PMR 2009 ialah 68.60 %.
Peningkatan sebanyak 9.35 %
berbanding tahun 2008. Tahniah !

Alhamdulillah, moga Allah terus mempermudahkan bahasa al quran ini meniti disetiap bibir dan hati para hambaNya

Wednesday, February 24, 2010

Doa Kehilangan

Beliau kehilangan sesuatu, bukan dekat jarak waktu dan geografinya.

Merentas benua dalam kapsul masa 9 jam menceritakan betapa jauhnya jarak perjalanannya.

Tertinggal dompet dengan himpunan not berharga dan dokumen diri. Ditempat yang langsung tidak dikenali taulan dan sahabat. Jauh juga untuk berpatah balik mencari pangkal yang hilang.

Tempatnya dibumi anbiya’, Jordan dan kini dia sudah seminggu di Malaysia.

Semuanya menjadikannya keresahan seketika. Tapi dalam dakapan pasrah dan harapan, beliau yakin dengan janji tuhan.

Doa dipanjatkan. Harapan dimunajatkan. Niat dilampirkan, Caranya biar Allah yang menentukan.

Sebulan berlalu tanpa sesiapa yang dapat membantu, jejak hilang ditelan kabus zaman.

Akhirnya dia mendapat telefon dari kenalan pensyarah umsnya, memaklumkan dompetnya dijumpai, sedang dalam perjalanan ke pahang, kampungnya, dihantar oleh seorang warga Malaysia yang langsung tidak dikenali, pesanan melalui seorang tuan kedai yang menjumpainya.

Tiada nombor untuk dihubungi tiada pengenalan lain untuk dicari, yang ada hanya secebis nota kecil alamat email seorang ustaz pensyarah pengajian islam di UMS.

Melaluinya mereka berhubung, dan akhirnya ketangan asal pemiliknya ia dikembalikan.

Tanpa salam, tanpa habuan , tanpa syukran.



Kisah benar ini saya kutip dalam perbincangan saya bersama pengalaman tuannya.

Pantas tuannya berkongsi rahsia DOA.

Walau dalam versi berbeza, ianya mengharap pada tuhan yang sama.

Cubalah, Allah maha mendengar.

Disalintampal dari blog Abu Awatif, Ustaz Norazamuddin Umar.

Sekiranya saudara kehilangan sesuatu yang penting saudara boleh melakukan amalan ini. Saudara dinasihatkan supaya mengulangi amalan ini sehingga saudara bertemu dengan perkara yang dicari dengan izin Allah. Sesungguhnya Allah akan memperkenankan permintaan hamba-Nya selagi mana dia tidak berputus asa…Berkemungkinan saudara perlu mengamalkan doa sehingga sebulan atau lebih…

Doa pertama

•اللَّهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَ رَيْبَ فِيه رُدَّ عَلَيَّ ضَالَّتِي •

Ya Allah Tuhan yang menghimpunkan manusia pada hari tidak ada keraguan tentangnya(Qiamat) kembalikan kepadaku barang kehilanganku

Doa kedua

•اللَّهُمَّ رُدَّ عَلَيَّ ضَالَّتِي كَمَا رَدَدْتَ سَيِّدِنَا يُوسُفَ لأَبِيْه

•Ya Allah kembalikan kepadaku barang kehilanganku sebagaimana engkau kembalikan Saidina Yusuf kepada bapanya’

Sebelum membaca doa kedua ini saya diajar oleh guru saya Dr.Muadh Hawwa untuk membaca surah al-Duha.

Kehilangan

Tahun 2007 berlalu dalam kenangan, nostalgia lama beradu tenang dalam kolam ingatan.

Tiba-tiba muncul dua pelajar menyelak pintu bilik guru, kami nak njumpa ustaz sekejap boleh, Tanya seorang pelajar sopan. Sambil yang seorang lagi masih dipaku sembilu, matanya berkaca, hatinya gelisah.

Ya, saya ! Ada apa, kenapa ni Farah”Tanya saya pantas mengenali gadis yang dipagut tangis. Ustaz boleh tolong saya tak, saya dah tak tahu nak buat apa. Dah merata tempat saya cari.

Saya kehilangan kasut. Baru saya beli dan pakai ke sekolah hari ini, bila saya turun dari surau lepas solat tadi , saya dapati kasut saya hilang ustaz. Sedih. Kasut tu baru dibeli tapi dah hilang.

Ustaz ada tak doa untuk mencari barang yang hilang !!! Tolonglah saya Ustaz.

Rasa kehilangan jelas tampak diwajahnya, emosi mengharap terpamer kemas diwajahnya, kesungguhan dan kehampaan silih bergantung ditangkai hatinya.



Ustaz boleh berkongsi satu DOA MENCARI BARANG YANG HILANG ini, ianya sudah lama berjasa dengan ustaz dan tidak menghampakan. Tapi ingat hanya Allah yang kita harapkan dan kita mesti berdoa kepadanya, kalau kita berjumpa semula dengan barangan yang hilang , itu tandanya allah sayangkan kita.

Jika lepas berdoa dengan bersungguh2 dan masih juga allah tidak izinkan berjumpa, itu tandanya allah lebih cinta dan tahu hikmahnya, allah simpankan pahala kesedihan dan pergantungan kita disisinya.

Hafal doa ini baik2, dan ingat maknanya.Doa lah dengan penuh pengharapan. Moga allah kabulkan.

Doa Kehilangan


اَللَّهُمَّ يَا هَادِيَ الضَّلَالِ ! اِهْدِي ضَالَتِيْ بِعِزَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ فَاِنَّهُ لا يَهْدِي الضَّلالَ اِلَّا

أَنْتَ .

Maksudnya : Wahai Allah Yang Maha Memberi Petunjuk, Tunjukkanlah baranganku yang hilang dengan berkat keagunganmu dan kekuatan mu ya allah, sesungguhnya tiada yang akan dapat menunjukkannya kecuali engkau Ya, Allah.

Seusai ilmu doa ini bertukar tangan, saya kehilangannya seketika. Lega hati saya dapat berkongsi dan membantu.

Tengaharinya, Farah datang lagi. Kali ini dengan wajah geram dan mencuka.

Alhamdulillah Ustaz, akhirnya saya dah berjumpa semula dengan kasut saya ustaz. Ada orang sembunyikannya dalam tandas tempat flush air. Tapi sedihnya ustaz, kasut saya dah rosak, ada orang guntingkannya. Jelasnya kegeramannya. Hibanya hilang entah kemana.

Sabarlah. Allah telah tunjukkan tempatnya, dan allah nak latih Farah supaya lebih banyak bersabar.

Geram saya ustaz, kenapalah ada orang sanggup berhati busuk macam ni pada saya. Ustaz ada tak doa nak tahu siapakah yang buat semua ini. Siapa punya angkara sebenarnya ustaz, Tanyanya menduga DOA yang lebih power.

Hish, mana ada doa macam tu ? Semuanya hanya Allah sahaja yang tahu. Bersabarlah.



Petang April 2009, saya didatangi telefon yang tak pernah saya tahu nombornya. Mungkin ralat dan tersalah dial.

Ustaz Hafiz ke ni ? tanyanya pemanggilnya yakin.

Ya, Saya! Ada apa yang Ustaz boleh tolong? Siapa ni ?

Ustaz, saya Farah, sekarang dekat KL study, Ustaz, saya nak minta tolong ni ? Dulu ustaz ada ajarkan saya doa cari barang yang hilangkan. Saya terlupalah ustaz, saya kehilangan kasut saya, dalam asrama kami, tak tahu siapa yang ambil atau mungkin saya tersalah letak. Ustaz tolong bagi DOA tu semula ya!

Apa ni Farah, macam kes dulu jugak, dulukan ustaz rasa farah hilang kasut juga kan.

Ya lah ustaz, Farah tak tahu kenapa perkara lama berulang kembali, kenapa tuhan uji farah macam ni.

Oklah, baca doa ini, yakin dan bersungguh mengharap.

Terima kasih ustaz.

Dan esoknya saya menerima mesej lesu darinya, terima kasih ustaz, farah dah jumpa kasut tu, tapi sama macam dulu, ianya hancur, tak payah cerita lah ustaz, apapun farah ucap terima kasih, moga ustaz selamat sentiasa.

Hati saya berbunga, ujian allah datang dengan pelbagai cara. Menduga manusia untuk mensyukuri dan mentaatinya. Berbahagialah bagi mereka yang sabar dan berjaya.

Petang kelmarin, sesudah mengajar tuisyen bahasa arab di SMKAM, saya dihujani deringan lagi, lama dan mengharap.

Ustaz, ini Leza, dulu ustaz ada berikan doa pada seorang pelajar SMP yang hilang barang kan. Ustaz boleh beri saya doa tu. Saya pun kehilangan sesuatu barang yang paling berharga, tolong saya ustaz !!

Harapan menggunung dari mereka yang kehilangan.

Tapi sedikit benar mereka yang mensyukurinya sebelum kehilangan.

Ambil DOA ini dan bersungguhlah dalam memninta. Harap hanya pada Allah.

Moga Allah membantu.

Monday, February 22, 2010

Terima Kasih

Syukur dan terima kasih adalah dua elemen yang amat berkaitan.

Ianya boleh diekspresikan dengan pelbagai wacana dan tindakan.

malahan ia hadir dicelah kuntuman hati yang tak kelihatan.

Dan kekadang terucap dibalik lidah yang mulus berbicara.

Dan ini surat karangan pelajar sekolah, menzahirkan rasa sayang dan terima kasih, pada mereka yang disayangi, walau dalam simpulan kata yang tidak tersusun indah.

Telus, jujur dan bersih. itulah tanggapan saya pada penulisan ini.

Alangkah indahnya dunia kalau manusia memahami dan jujur mengaplikasi bahasa anak kecil tidak berdosa ini.Rasa sayangnya menyelubungi setiap aspek tindakannya.




Oleh itu hiduplah dengan penuh kasih sayang, dan hargailah setiap yang menyayangi kita.

Eratkan Salam

Kesempatan sesaat saya gunakan sebaiknya. Tatkala kelas agama baru bersurai. Saya mengambil peluang bersalaman dengan para pelajar.

Kejap tangan mereka saya genggam, muka mereka saya tatap satu persatu.

Bibir menguntum senyum dan hati berbunga harap, moga Allah memilih kita untuk diberi hidayah.

“Kemas betul ustaz jabat tangan kita ya” telinga saya tercuri dengar perbualan pelajar yang sedang memakai kasut. “Ya, terasa betul genggamannya” jawab seorang pelajar tanpa sempat mengetahui suaranya telah dirakam masuk kotak pendengaran saya.

Hati saya bermonolog.

Salam itu adalah syiar islam, mengucapkan salam bermaksud membiasakan diri mendoakan saudaranya dalam kesejahteraan dan kebahagian.

Salam merungkai hasad dan dengki, salam mengakis rasa cuak dan amarah. Salam mempertaut hati dan naluri.

Bila salam berjalin dengan jabatan tangan. Ia menguatkan ikatan. Bukan sekadar perkataan ia berangkai tali dengan perbuatan. Bukan sekadar pendengaran tapi ditambah aroma ukhuwwahnya dengan sentuhan. Keajaibannya menuntun hati kearah kerendahan budi, penghormatan dan persaudaraan.



Inilah suasana iman dan ukhuwwah yang saya rindukan ketika di SMP dahulu. Dengan para pelajar berdedikasi agama dan komited akhlaknya, mereka terpelihara dalam doa dan harapan.

Bukan seorang dua pelajar perempuan yang ingin menyalami saya sebagai tanda hargai budi dan ilmu, mereka juga bermohon untuk saya terus memimpin doa dan qiam malam mereka.

Segera saya tarik tangan dan letakkannya didada. Tanpa nada, reaksi fizikal saya bersuara. Salam antara lelaki dan perempuan tidak boleh untuk yang bukan mahram. Mereka memahaminya.

Saya ucap lagi dalam situasi berbeza : Mencium dan menyentuh babi yang berlumuran najis lebih mulia dari menyentuh tangan wanita.

Gamat seketika kelas. Saya membiarkan minda mereka bekerja. Membuat telahan dan analisis. Lalu saya menyatakan kenajisan babi tidak membawa kepada dosa, bahkan ianya satu aplikasi ilmu dan pahala sekiranya kita tahu cara membersihkannya.

Manakala tiada sentuhan atau berduaan antara lelaki dan perempuan kecuali akan ada hembusan bayu syaitan yang mendorong kejahatan dan maksiat. Tika itu, tiada lagi status mahupun usia yang menjadi penghalang. Tiada lagi uda atau dara, tiada lagi nenek atau cucu, tiada lagi murid atau guru, tiada lagi janda atau suami orang. Yang ada hanyalah mainan syaitan – iaitu kau lelaki dan dia perempuan.



Sesungguhnya setiap perkara yang besar bermula dengan langkah yang kecil. Dan dosa besar hanya bermula dengan rasa biasa dan tidak peduli melakukan dosa hanya kerana ia kecil.

Bukankah pepatah arab menyatakan – as salam , summal kalam, summal liqa’wal wuquu’fil muharramat. Kronologi zina biasanya bermula dengan cetusan kecil seperti salam, kemudian bercakap, kemudian berjumpa, berkasih, berdua-duaan dan akhirnya lupa hokum halal dan haram.

Mereka yang beriman akan bersungguh menjauhi dosa walau sekecil manapun ia.
Moga ianya dapat menjadi dakwah amali bagi diri saya.

Juga sebagai satu teladan dakwah fardiah untuk para anggota dakwah dan sahabat.

Nabi menjabat tangan sahabatnya dengan erat sambil mata menatap wajah. Ikatan iman tersimpul kukuh, Ukhuwwah dipersada hati. Rasa cinta dan ingin mempertahankan nabi menyelubungi angkasa iman.

Moga saya dapat mengamalkan setitis sunnah nabi dalam masyarakat minoriti islam di sekolah ini.

Saturday, February 20, 2010

Bicara Minda Maulidurrasul

Menyingkap sebuah Pertikaian

Terkejut saya bila terbaca entry ini diblog saudara Faisal Tehrani. Blog yang biasanya saya rujuk untuk mencari sentuhan bahasa dan ekspresi perkataan sesuai dalam penulisan.

Beliau juga seorang penulis kreatif yang saya kagumi walaupun naluri peribadinya lebih memilih faham syiah untuk dikagumi.

Entah mengapa reaksinya berombak emosi penuh gelora. Saya merasakan ini antara tulisannya yang agak beremosi dan kurang teliti.



Bulan Maulud MEMANG LEBIH BESAR Dari Bulan Ramadhan!

Sekiranya laporan ini benar, maka saya terpanggil untuk membetulkan kenyataan Menteri Besar, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat yang mana 'bulan Maulud tidak mempunyai sebarang fadilat dan kelebihan berbanding bulan Ramadan'.

Khabarnya, Datuk Nik Abdul Aziz mengeluarkan satu kenyataan berbau wahabi yang amat "bahaya" iaitu: “Boleh jadi, orang negeri lain sambut Maulud besar-besaran. Bulan Maulud sendiri tidak ada sebarang fadilat tidak sebagaimana bulan Ramadan. Bulan Ramadan memang ada fadilat dan kelebihannya. Bulan Maulud tidak ada apa.” Demikian menurut laporan (di sini)

Datuk Nik Aziz dilaporkan menambah: "Kita jangan sekali-kali terpengaruh dengan keadaan semasa. Kadang-kadang benda yang berlaku semasa ini tidak serupa dengan kehendak agama. Tetapi dengan sebab benda itu berlaku semasa bercanggah dengan agama, kadang-kadang menjadi masalah. Contohnya, Maulud Nabi." (Baca: Maulid ini konon bid'ah).




Saya melanjutkan pembacaan dalam hati yang berkaca, kenapa perlu diperdebatkan isu tetek benget ini. Apatah lagi Saudara Faisal Tehrani bukannya seorang yang kurang arif beragama. Beliau juga lepasan pengajian Syariah di Universiti Malaya.

Saya meneliti hujahannya, juga memasuki ruangan komen yang mencatat 53 pesanan sokongan dan bangkangan yang pelbagai. Terjahan minda saya menyimpulkan : isunya
Tertera pada analisisnya, Datuk Nik Abdul Aziz mengeluarkan satu kenyataan berbau wahabi yang amat "bahaya".

Fahamlah saya ianya merupakan pertembungan idea dan pemahaman. Perbezaan mazhab dan pegangan, namun adakah ianya wajar untuk merobek hormat dan persaudaraan.

Anggaplah ini hanya perbincangan kritis ilmu yang setiap pihak berhak berbeda pandangan.

Hujahan Akal

Saya amat terkejut dengan kenyataan ini jika ia benar. Saya akan memberikan sebab lojik mengapa bulan Maulud amat besar berbanding bulan Ramadhan.

i. Sila baca ayat 107 surah al-Anbiya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.Oleh kerana itu (rahmat) baginda adalah bukan untuk orang tertentu sahaja, bukan untuk sahabat sahaja tetapi untuk setiap manusia dan makhluk (apa sahaja). Bahkan untuk seluruh alam semesta, gunung ganang, dan sekian petala bumi dan langit. Melangkaui zaman dan batas sempadan. Untuk manusia dengan apa jua warna kulit dan agama. Ia merentasi setiap entiti yang tidak terfikirkan dek akal.

ii. Lailatul Qadr pada bulan Ramadhan adalah malam turunnya malaikat, dan pemberian pengampunan yang besar tetapi tuan-tuan, kelahiran Rasulullah saw, kekasih Allah adalah jauh lebih besar daripada peristiwa tersebut. Kehadiran Nabi Muhammad jauh lebih penting daripada kejadian turunnya para malaikat. Bulan maulid adalah bulan anugerah Allah yang mempersembahkan Rasulullah untuk seluruh alam. Syafaat baginda mengatasi keampunan seribu lebih bulan. Ia valid dan relevan melebihi batas waktu.

iii. Bulan Ramadhan adalah bulan turunnya al-Quran, pewahyuan al-Quran amat bermakna buat umat Islam tetapi maulid adalah bermakna untuk seluruh alam semesta.
Memang beramal ibadat di bulan Ramadhan berlipat ganda pahalanya, tetapi mencintai Rasulullah saw (walau sekecil-kecil cara) terpandang di sisi Allah kerana baginda adalah kekasih-Nya. Kalau ada orang menyangka boleh meraih cinta Allah tanpa cinta Rasul maka ini pandangan batil
.

Memilih rasional dan lojik sebagai hujah perbincangan adalah amat baik, namun ianya tidak relevan bila bertentangan dengan dalil. Mendahulukan lojik akal juga disangkal oleh kata – kata saidina ali yang mengucapkan : kalaulah agama ini hanya berasaskan logic akal, nescaya tapak khuf lebih sesuai dibasuh berbanding atsnya.

Kerana itu, saya merasakan Ramadhan adalah bulan terbaik umat islam, ianya disebut berulang didalam quran berbanding yang lain. Nabi pula lebih menyukai rejab dan syaaban sebagai bulan ibadat, terdapat dalam rangkaian hadis menyatakan kemulian keduanya berbanding rabiul awal.

Sejarah memperingatkan kita, tatkala Saidina Umar melakukan syura menentukan tarikh dan tahun awal calendar islam, Umar lebih memilih cadangan Hijrah sebagai symbol kebangkitan dan kekuatan ummah berbanding cadangan tarikh mauled rasul.

Kalaupun UMNO benar tidak mengamalkan Islam yang dipandu oleh Nabi Muhammad saw, tetapi paling rendah dan paling tidak, perarakan berserta selawat yang ada; setidak-tidaknya menunjukkan satu ekspresi kecintaan buat baginda Rasul, kekasih Allah. Jika eskpresi yang paling kecil dan rendah (tetek bengek dan remeh temeh) ini pun diperkecilkan dan dinafikan maka di manakah letaknya keimanan kita kepada Rasulullah saw? Biarlah orang yang ingin berarak menunjukkan kasihnya kepada Nabi Muhammad saw berarak dan berselawat. Siapa tahu selawat dan peluh ketiak ketika berarak itulah yang akan menjadi saksi di hadapan Nabi Muhammad, berbanding kononnya kerja harakah Islam puluhan tahun yang kini bersulam riak perasan dan takbur angkuh di hujungnya. Lebih buruk, kerja hempas pulas harakah Islam itu sudah dibayangi oleh muslihat politik yang kotor dan menjijikkan. Digelumangi oleh tingkah laku politikus yang memualkan.

Di akhirat nanti kita akan bangkit dengan kekasih kita. Jika kita cinta Rasulullah saw, maka kita Insya-Allah bangkit bersama baginda. Belum tentu tukang sapu sampah yang bermodal selawat terbuang di sisi baginda berbanding seorang khalifah atau menteri besar yang mendabik dada menjalankan Islam.

Saya amat bersetuju untuk kita berpakat menzahirkan kecintaan kepada rasul dengan apa cara sekalipun. Apatah lagi dengan pujian selawat dan ingatan rasul ianya cukup amat bermakna.

Bagi saya mengadakan perarakan dalam sambutan Maulid bukannya satu perkara yang salah. Namun saya lebih suka perarakan ini dianjurkan pada awal tarikh HIJRAH, ianya lebih bersesuaian. Hijrah memerlukan ekspresi pergerakan fizikal dan kekuatan keringat untuk menghayati siratan maksudnya.

Tapi dengan hanya mengharapkan pahala berdiri dan berkeringat untuk mendapatkan syurga tuhan amat tidak memadai. Berapa ramai dalam perarakan tersebut yang lebih gemar bersembang kosong dari berselawat dan melayang ingatan hanya untuk perkara keduniaan lebih dari mengingati jasa rasul. Betapa ramai juga yang lebih gemar menyalakan asap rokok dari membahangkan rasa cinta pada rasul.

Perjuangan Mendapat Syafaat

Dihari kebangkitan nanti, telah dijelaskan panjang lebar dalam sisi penceritaan masa depan oleh baginda rasul : terdapat 3 lelaki tokoh yang dihadapkan dihadapan Allah dengan ajsa mereka, dermawan, ahli quran dan panglima jihad. Ketiganya berkorban jasa begitu besar untuk agama bukan sekadar berdiri dan berarak. Namun ketiganya tidak berjaya memasuki syurga Allah hanya kerana nawaitu ingin menunujuk dan berbangga dengan amalan sedikit mereka.

Setiap kita menginginkan syafaat, marilah kita menghidupkan rasa cinta pada rasul dengan berselawat, membaca sirah, menyantuni sunnah dan mengamalkan al quran.
Rasul bukan hanya mengajar kita berselawat, beliau juga bukan hanya mengajarkan kita solat, tapi nabi mengingin kita mencontohi dakwah baginda, kesabarannya, hidupnya bahkan matinya untuk islam dalam amalan kita.

Itulah cinta rasul yang sebenarnya.

Bersama Rasul - Mengharung Hari Terakhirnya

Saya mengenalinya sebagai seorang sahabat yang rajin dan komited dengan ilmunya. Beliau lebih mendalami ilmu sejarah, faraid selain bahasa.

Kerana itulah blognya sarat dengan jamuan pemurnian sejarah islam dan tesisnya juga menyentuh tentang tinta sejarah perjuangan islam terdahulu.



Sahabat saya ini bernama Ust Shahrul Azmi Sidek, telah menghasilkan pelbagai judul karya yang dibukukan untuk memberi insaf dan sedar pada masyarakat.

Antara tulisannya ini berkaitan hari terakhir rasulullah. Amat bermanfaat.

Disalin tampal dari : http://www.ibrahsejarah.blogspot.com/

Rasululllah saw mula mengadu sakit pada penghujung bulan Safar tahun ke-11 Hijrah. Pada mulanya baginda keluar ke Baqi' al-Gharqad di tengah malam lalu memohon keampunan kepada mereka.

Kemudian baginda pulang dan pada waktu paginya bermula saat baginda sakit.

Ketika itu baginda di rumah Maimunah. Kemudian baginda memanggil para isterinya lalu meminta izin agar baginda dirawat di rumah Aisyah.

Baginda kemudian keluar dengan dibantu oleh 2 orang lelaki daripada ahli keluarganya iaitu al-Fadhal bin Abbas dan Ali bin Abi Talib dengan berbalut di kepalanya sehinggalah sampai ke rumah Aisyah.

Akhirnya baginda meninggal dunia pada hari Isnin 12 Rabiul Awaal tahun 11 Hijrah. Ada penda[at yang mengatakan pada waktu dhuha dan ada juga riwayat yang menyebut selepas zawal.

Dengan dimandikan oleh Ali bin Abi Talib, Qutham dan al-Fadhal bin Abbas serta Usamah bin Zaid. Proses memandikan dan menguruskan jenazah Rasulullah sempurna pada malam Selasa.

Pada siang Selasa para sahabat menyembahyangkan jenazah Rasulullah dan baginda selesai di kebumikan pada petang Selasa di bilik Aisyah.

Baginda wafat sebagai pemimpin Semenanjung Arab dan digeruni oleh para musuhnya.

Namun wafatnya tanpa meninggalkan satu dinar atau satu dirham. Tanpa meninggalkan seorang hamba atau sesuatu kecuali baghal baginda yang berwarna putih.

Baginda wafat sedang baju besinya dicagar kepada seorang Yahudi dengan harga 30 gantang gandum.

Pada saat sakitnya, baginda telah memerdekakan 40 orang hamba dan baginda memiliki 7 atau 6 dinar namun memerintahkan Aisyah untuk memberikannya sebagai sedekah.

Rasulullah saw telah ditimpa sakit selama 2 minggu lamanya. Bermula dari 29 Safar sehingga 12 Rabiul Awwal.

Banyak perkara besar yang berlaku sepanjang 13 atau 14 hari tersebut.

Sehari terakhir sebelum wafat iaitu pada hari Ahad, 11 Rabilul Awwal, baginda melakukan 3 perkara besar pengajaran buat kita semua…

1. Mensedekahkan semua duitnya sebanyak 7 dinar.
Seorang pemimpin yang mentadbir sebuah kerajaan hanya mempunyai 7 dinar! Lalu disedekahkan keseluruhannya pula!

2. Menghadiahkan senjata miliknya kepada umat Islam

3. Malam terakhir hidup di dunia ini sebelum saat kewafatannya esok harinya, isteri Baginda iaitu A’isyah terpaksa meminjam minyak untuk menyalakan pelita di rumah baginda.

Kalaulah baginda ingin harta kekayaan sudah pasti terhidang di hadapannya. Tetapi baginda meninggalkan kita umat Islam dengan tidak meninggalkan harta dinar atau dirham tetapi hidayah, iman, syariat yang agung dan sebaik-baik umat.

Ucaplah selawat dan salam buat Rasulullah saw….

Maulidur Rasul - Lambang Rahmat Tuhan Untuk Alam

Kalendar Rabiul Awal

Alhamdulillah, tatkala kalender menginjak ke bulan penuh eri iaitu Rabiul Awwal. Bulan yang Allah pilih untuk menjadi saksi alam bahawa manusia paling agung pernah hadir dan dilahirkan ke dunia ini.

Rasul bukan hanya hadir sebagai ikon dakwah, bahkan ia hadir sebagai lambang rahmat Allah kepada alam ini. Kehadirannya bukan memeriahkan alam dengan pertambahan seorang manusia tapi baginda hadir sebagai seorang yang menjadi penyelamat kepada alam ini dari kehancuran dan kesesatan.



Nabi juga adalah mercu dan simbol penyatuan ummah, kerana itulah ia menjadi antara intipati soalan pengesahan iman yang akan ditanya oleh para malaikat penjaga kubur untuk memastikan jaminan keislaman akan membawanya ke syurga.

Sambutan Bermusim

Penghayatan Maulidurrasul tidak seharusnya disambut bermusim, seharusnya ia dirasakan merentasi detik dan masa, bukan berdasarkan bulan tapi melangkaui tahun dan zaman.

Perlu diingat, terdapat perselisihan berlaku dalam memastikan bulan kelahirannya, terdapat periwayatan yang berbeza sebagaimana dicatatkan ibnu kathir tentang tarikh kelahiran baginda. Mungkin ramai yang menerimanya pada 12 rabiul awwal namun untuk mengesahkannya seratus persen adalah sesuatu yang mustahil. Golongan awal ulamak islam lebih dikenali berdasarkan tarikh kematian mereka bukannya kelahiran.

Cinta Perayaan

Kerana itulah cinta rasul tidak perlu dinyatakan hanya SEHARI dalam setahun sahaja.

Merayakan Maulidurrasul sebagaimana perayaan lain tanpa asas islam dan agama samalah seperti sambutan valentine, hari ibu , hari alam sekitar dan sebagainya. Ianya hanya ingatan kosmetik yang sengaja direka untuk mengindahkan imej. Agar kita masih dipandang sebagai umat sayangkan nabi walaupun kehidupan harian dan rutin kita sudah jauh menyimpang dari sunnah dan suruhan nabi.

Akhirnya jadilah sambutan kita sesuatu yang tiada maknanya.

Tahukah saudara perayaan krismas adalah apresiasi ingatan masyarakat kristian pada kelahiran jesus mereka. Namun apa yang terjadi hari ini, sambutannya bukan lagi perkara agama yang dirayakan dan disyukuri tapi satu pesta kemeriahan yang mereka kosmetikkan pada budaya, tahun baru dan lagenda mitos santa claus.

Hilanglah perasaan sayangkan Jesus mereka dari kamus perayaan krismas.

Jikalau kita ingin melahirkan perasaan mengunjuk cinta pada nabi dan syukur pada kehadirannya, ianya tidak perlu menyatakannya walau dengan membanyakkan selawat hanya pada tanggal maulud, tapi kecintaan itu perlu dizahirkan setiap masa.

Kenapa kita tak menjadikan tanggal kematian nabi sebagai simbolik untuk menyuntik ingatan dan rasa berterima kasih pada nabi. Atau menjadikan hari nabi berjaya dinobatkan menjadi rasul atau menjadi pemerintah madinah. Ianya hari-hari cukup bermakna bagi kita merasakan aura kenabian dan kegemilangan sirahnya kepada kita.

Raikan Cinta

Marilah kita meraikan cinta nabi dengan berselawat dan memilih jalan hidup yang dianjurkan nabi.

Sayangilah sunnah dan beribadatlah seumpama nabi adalah tanda kita layak menjadi ahli KAUTSARnya nanti.

Thursday, February 18, 2010

Ulangtahun Kelahiran

Selamat Ulangtahun kelahiran mu anak-anakku.

Sempat kami mengadakan sedikit kenduri kesyukuran.

Bersama dengan seluruh keluarga. Di kelantan. Dikelilingi dan diaminkan doa oleh semua datuk nenek dan pakcik makciknya, juga para sepupu kecil yang begitu ceria dan belon2 yang berterbangan.

Auni Syazwani berusia 5 tahun kini dilahirkan pada 15 Febuari 2005.






Dan adik terkecil Alif Hadi genap usianya setahun selepas kelahirannya 17 Febuari 2009.



Moga Allah merahmati dan melindungi kamu semua, anak-anakku.

Masjid Al Husna - Lantera Hidayah Kecilku

Masjid Al Husna, Kampung Baung Bayam

Keindahan dan kebaikan merupakan intipati judulnya, kemuliaan dan keagungan warisi santun fizikalnya, imarah dan berilmu adalah variasi aktivitinya.

Melalui google, ia berada dalam senarai awal masjid negeri kelantan dan terletak 3 km dari Bandar kota bharu.

Terletak ditengah kampung, ia mudah menggamit perhatian dan perpaduan setempat.Di terajui seorang imam tua yang saya hormati, Tn Hj Yaakub bin Awang, masjid ini seindah namanya mewarnai dunia kanak-kanak dan remaja saya.

Ia banyak meninggalkan benih nostalgia yang mewangi dalam kehidupan ini. Saya serta keluarga menjadi antara pengunjung kecil setia ke rumah allah ini.



Jasa Dididkan Abah

Abah merupakan orang yang pertama mengasuh dan menjinakkan hati kami untuk setia bertamu disini. Dengan suara abah yang merdu dan bacaan al quran yang baik, abah sentiasa diunjuk tempat imam untuk memimpin solat dan dilantik menjadi antara jawatankuasa penting masjid hingga kini.

Walaupun dulu, abah selalu diculik tugas pentingnya, kami terbiasa dengan amalan ke masjid ini. Apatah lagi kami anak-anaknya adalah pelajar sekolah agama Maahad Muhammadi yang terawal di kampong ini perlu menjadikan ilmu itu amalan dan adat itu menjadi ibadat. Nawaitu kami untuk memperbaiki diri dan menjadi imej contoh islam kepada anak-anak kampong disini.

Dengan basikal kecil kami meredah jalan kampong setiap kali azan berkumandang, menuju tapak hidayah yang terbentang indah. Disanalah akhirnya kami mengenal persahabatan, kami mengenal hormat orang tua, kami belajar ilmu agama, kami mempraktikkan pengetahuan sedia ada.

Zaman itu, abah kami berada diposisi penting negara, menjawat jawatan ketua audit negeri (kelantan dan terengganu) menyebabkannya harus sentiasa meninggalkan kami. Walau jiwanya memberontak untuk pulang keteratak kampong menjenguk dan mendidik anak membesar, namun perkhidmatannnya amat ditagih. Walau ditolak segala pangkat and jawatan, beliau tetap disuakan amanah.

Akhirnya kami sentiasa kehilangannya, namun auranya sentiasa berada disisi kami, kami digalakkan solat berjemaah hingga kini. Kami juga diizin menyertai pelbagai aktiviti agama dan social anjuran masjid, bahkan kami kanak2 ceria dizamannya membantu acara majlis ramadhan dimasjid tua kami.

Kami datang kesana pada tahun 1980-an selepas menetap lama di Kg Telipot, tak salah saya MAMI saya melahirkan adik ke 6 kami, Ainuddin pada tahun 1982 dirumah baru kami. Disanalah hubungan kami dengan masjid ini bermula.

Laskar Masjid al Husna

Mungkin ada aura dan kelebihan sendiri, anak-anak kecil ini akhirnya menjadi magnet ikutan kanak2 seusia kami untuk mengunujungi masjid yang sama. Disana kami berkenalan, menangkap ikan, berbasikal, bermain bola, meredah usia remaja kami bersama.

Terlintas nama – nama kawan kecil ini seperti mawardi, jo, pendi, jimi (arwah), juki , miyan, hisyam, bob dan ramai lagi yang berbonceng ke masjid tika masuk waktunya. Tapi kini masing-masing membawa haluan sendiri dalam kerjaya hidup, entah dimana mereka, moga masjid menjadi tempat ibadat mereka lagi.

Begitu banyak kenangan berlalu, mewangi dikantung sejarah. Sesuatu yang mustahil diulang semula, hanya pita rakaman memori saja yang setia memutarkannya bila rindu bertamu.

Begitulah anak-anak kecil ini membesar, dalam watak dan plot hidup tersendiri, inilah lascar pelangi kecil saya.

Kuliah Pengajian Umumi

Dimasjid ini pada awal 90-an, masih terlalu kecil, namun ianya mampu menghadir ketenangan dan kerinduan tiap kali bertandang.

Walau begitu, kuliahnya tatkala itu masih setia saya hadiri tiap malam, Pak Su Daud (arwah) mengajar Quran, Tuk Imam Yaakub mengajar tafsir dan kuliah subuhnya, Ustaz Hashim mengajar hadis pilihan dari kumpulan jabatan perdana menteri, ustaz Hadi mengajar tasawwuf dan Ustaz Wan Umar mengajar Fiqh Syafei.

Masa berlalu begitu pantas, saya membesar dalam kedewasaan, hari ini fizikal masjid juga berubah. Dan pastinya amanah pengimarahannya juga turut bertambah.

Terima kasih dan moga ganjarannya pasti ditulis allah untuk para jawatankuasa masjid yang ikhlas memakmurkannya dari dulu hingga sekarang.

Tuesday, February 16, 2010

Ayat - Ayat Cinta Bertasbih Langsung

Ustaz Cinta Islami

Ust Habiburahman Es Syairazi – merupakan novelis islamik muda yang pernah mencatat bestseller dalam penulisan novelnya, berfizikal sederhana tinggi, beraut wajah tegas tapi sentiasa menguntum ceria, beliau ramah didekati dan menjawab setiap soalan.

Hari indah sesudah subuh beliau memberi tazkirah secara langsung di masjid saya.

Dijemput sebagai wakil kerajaan negeri sebagai tetamu festival hiburan islam, pantas beliau memenuhi jemputan. Keberadaannya akhirnya dikongsi dan dimanfaatkan dengan tazkirah dan perjumpaan kecil, dan salah satunya alhamdulillah dimasjid kampong saya.



Memulakan tazkirah dengan kehidupan penuh erti pada mereka yang memulakan langkah barakah dan keredhaan dengan bersolat subuh berjemaah. Keimanan akan meyakininya sebagai harta yang paling berharga mengatasi kemewahan dunia dan isinya.

Manusia beriman perlu punya jatidiri berbeza katanya tegas dengan pelat Indonesia yang amsih pekat, ternyata beliau begitu berhati-hati memilih kata supaya rumpun budaya dan bahasa yang sama ini mendapat manfaatnya.

Hidup Bererti

Hanya orang yang beriman dan ingin hidup bersama islam sahaja yang akan menyedari manfaatnya. KEHIDUPAN YANG PENUH BERERTI. Setiap langkah dan tindakan akan mengundang pahala. Sedarkah kita ? bersyukurkah kita ? banggakah kita.

Dan seumpama doctor cinta dihujung ceramah beliau mengupas tentang erti cinta.

Satu elemen terhebat mampu mengubat penyakit hidup manusia. Satu yang terbaik untuk memulakan langkah kejayaan dan satu yang teragung untuk disia-siakan begitu sahaja.



Beliau memulakannya dengan membawakan hadis rasul berbunyi : seorang arab badwi bertanya tentang bilakah kiamat ? nabi menjawabnya dengan bertanya kenapa? Adakah kamu sudah bersedia? Dan apakah persediaanmu? Maka Badwi itu menjawab : aku tidak mempunyai apa2 persiapan kecuali aku mencintai Allah dan Rasul sepenuh hatiku. Maka rasul menyambungnya : engkau akan berada bersama dengan orang yang ENGKAU CINTAI.

Unik Cinta

Dalam rangkaian hadis lain beliau bawakan : Seseorang itu akan berada bersama dengan orang yang disayanginya.

Kerana itulah CINTA perlu mendapat tempat istimewanya, ianya bukan barang permainan dan gadaian murahan, ia tidak boleh dipersiakan dan ditukar ganti.

Untuk hidup berjaya mendapat kebaikan dunia dan akhirat, ingatlah pesan ini : PILIHLAH DENGAN SIAPAKAH KAMU MAHU BERCINTA DAN DICINTAI.

Monday, February 15, 2010

Hiburan Islami

Alhamdulillah, kepulangan saya ketanah tumpah asal saya membawakan pengertian hidup yang cukup bererti.

Mencari keredhaan Ibubapa dan dalam masa yang sama mencari setiap ibrah berguna untuk kehidupan ini.

Tika ini, kelantan dimeriahkan deengan kempen hiburan islami yang dianjurkan kerajaan negeri.

Dan saya tidak pernah menjangkakan akan bertemu, mendengar tazkirah, berjabat tangan dan bertukar pandangan bersama novelis terkenal Habibur Rahman AsSyirazy penulis novel berhantu remaja : Ayat2 Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Pertemuan berlangsung di masjid Kampung saya , Masjid al Husna Baung Bayam.

KOTA BHARU: Kerajaan pimpinan Pas di Kelantan tidak pernah menyekat pertunjukan hiburan, cuma mengawal dari segi peraturannya supaya tidak bercanggah dengan kehendak dan ajaran Islam, kata Menteri Besar, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat.

"Malah, Nabi Muhammad (S.A.W) sendiri pun mempunyai sifat untuk berhibur, tapi mengikut caranya tersendiri. Sejak kita (Pas) mentadbir negeri ini 20 tahun lalu, kita tidak menyekat pertunjukan hiburan di negeri ini, cuma mengawal dari segi syarat-syarat dan peraturan supaya tidak bercanggah dengan Islam," katanya.

Beliau berkata demikian kepada pemberita ketika meraikan selebriti TV3, Wardina Safiyyah dan Pengarah Filem 'Ketika Cinta Bertasbih', Ust Habibur Rahman as Shirazy di sini, hari ini.

Oleh itu, kata Nik Abdul Aziz, kerajaan negeri sentiasa mencari jalan untuk membolehkan rakyatnya menikmati hiburan mengikut peraturan.

Ditanya syarat pertunjukan hiburan di negeri ini yang agak ketat menyebabkan artis dan penganjur tidak berminat mengadakan pertunjukan di Kelantan, Nik Abdul Aziz berkata, ia terletak kepada mereka.

"Jika artis wanita yang datang ke sini boleh pakai tudung kepala dengan baik, tidak ada sebab mereka tidak boleh mengadakan pertunjukan hiburan di negeri ini jika mereka boleh ikut peraturan yang ditetapkan mengikut enakmen hiburan seperti yang digariskan oleh pihak berkuasa agama negeri ini," katanya.

Sementara itu, Wardina berkata, beliau amat bertuah kerana dapat berjumpa dengan Nik Abdul Aziz, yang menghargai kehadirannya ke negeri ini sebagai ikon kepada persembahan hiburan Islam.

"Saya rasa bertuah dapat berjumpa dengan Datuk Nik Abdul Aziz," katanya.


Berita dipetik dari Harian Metro.

Surat Cinta Remaja

Kebangkitan generasi rabbani bermula dengan didikan dan agama yang dipasak kukuh dalam hati remaja ini. Merekalah asset utama ummah.

Kepimpinan masa depan adalah acuan remaja hari ini. Mereka harus disediakan untuk bertempur dengan cabaran zaman dewasa nanti. Inilah wawasan zaman.

Ummah yang lahir dari kekuatan rohani dan minda mampu menjulang generasi salahudin kedua. Generasi yang paling ditunggu saat ini untuk menerajui kebangkitan membebaskan semula bumi palestin.

Mungkin kerana itulah Nabi Pernah Berpesan : Ajarlah anakmu untuk bersolat diusia 7 tahun dan pukullah ia ketika berumur 10 tahun. Pisahkanlah antara anak lelaki dan perempuanmu ditempat tidur mereka.

“Ajarlah anakmu untuk berenang, memanah dan juga menunggang kuda”.

Satu pandangan untuk menjana minda kebangkitan ummah masa depan.

Fitrah manusia untuk saling menyayangi juga disayangi dan lumrah manusia untuk merasa tertarik pada gender yang berlainan.

Suka , tertarik, teruja , sayang , adalah asam garam kehidupan.

Tapi kenapa manusia kini terlampau rapuh dengan cinta mereka, hilang jatidiri hanya kerana cinta, tidak berwawasan tanpa cinta dan bias membinasakan diri hanya kerana cinta.

Adakah ini kerana didikan zaman buat kita.

Dewasa kini kanak – kanak hingusan sudah pandai bermain ayat-ayat cinta. Bijak menyulam rasa suka dan kasih. Pandai mengulit rindu yang bertamu.
Merekalah laskar cinta yang pandai berjanji dan membina angan pelamin.

Usia rebungan ini menjadikan mereka korban cinta yang tersasar dari wawasan, tiada lagi jatidiri dan hilang sudah keutamaan ilmu dan iman buat mereka.

Lahirlah kini generasi yang sudah dikira bangkai bernyawa yang tidak mampu memberikan manfaat. Yang layak bagi mereka ialah takbir jenazah 4 kali kerana hidup mereka sudah tidak bererti lagi.

Haruskah bercinta diusia remaja, apatah lagi di zaman kanak-kanak.

Layakkah cinta monyet ini menuntut korbannya.

Tatapilah surat cinta monyet ini yang disalin tampal dari blog sahabat saya matbulan.blogspot . Percayakah, penulisnya baru berusia 12 tahun dan masih bermain pondok-pondok.








Kreativiti Haram

Kreatif Berhikmah

Hikmah kebijaksanaan adalah milik mereka yang beriman.

Mereka mencari redha Allah di atas setiap ciptaan dan idea untuk memanfaatkan erti kehidupan ini. Moga kebernasan kreativiti akan membuahkan manfaat.

Sayangnya, dewasa ini kreativiti semakin songsang dan dimiliki mereka yang menyonsong fitrah.

Kempen Negatif

Terbaru, seolah belum terlintas pun diminda akan wujudnya kempen NO PANTIES untuk para kekasih meraikan hari percintaan mereka.

Kempen untuk para gadis membuktikan kesetiaan cinta mereka tanpa prejudis, berani mendepani apa saja cabaran, menghilangkan apa saja halangan cinta. Dan kali ini mungkin seluar dalam itulah bentengnya.



Tanpa disangka, kempen sedemikian cepat menjadi hebahan dan bualan para muda-mudi.

Bahkan tak tersipu pun mereka menyahut berani setiap cabaran kreatif ini, apa salahnya kita melakukan satu perkara baru dalam satu sambutan hari kekasih tahun ini.

Ini hak asasi setiap individu untuk berpakaian dan bersosial, tiada sipa yang boleh mengatakan jangan atau tidak – pantas mereka menegakkan hujah nafsu muda mereka.

Mungkin jika kita mampu bertanya : Siapakah kekasih sejati abad ini ? Siapakah yang tidak memakai seluar dalam hari ini ? Sila angkat tangan.

Mungkin juga tanpa segan silu, mereka akan bersorak ceria mendabik diri sebagai pasangan ROMEO JULIET sejati abad ini.

Realiti Hasil Valentine Terlarang

Lumrah alam di akhir zaman, kemungkaran akan terus berleluasa menelan kemakrufan.

Realitinya, tanpa kempen ini pun para kekasih sudah lama kehilangan seluar dalamnya.

Berapa ramai sudah yang terjebak dengan perzinaan dan aksi sumbang, betapa pula bayi luar nikah telah dihasilkan dan berapa pula yang telah terbuang.

Klimaksnya, mungkin juga tak terjangkau dek akal, bila kreativiti haram ini semakin menggila, anak kecil tidak berdosa terus menjadi mangsa.

Dan sempena hari kekasih 2010 ini diraikan, hadiah awal sudah tertera di dada akhbar.

Mungkinkah ia kebetulan, atau ianya natijah satu kreativiti haram yang semakin menyaluti rumpun kita alaf ini.

Bayi kecil tidak berdosa akhirnya rentung terbakar.



Tahniah atas kreativiti ini, mungkin bayinya kurang terseksa dari dibiar mati kesejukan sepanjang malam, atau digonggong anjing gila meratah tubuh kerdilnya mahupun dibiar menjadi santapan semut dan nyamuk.

Allah maha mengasihani anak-anak kecil ini, tapi bagi ibubapanya …. Allah itu maha agung dan keras azab seksanya, moga yang terpilih diberi hidayah dan yang sengaja sesat dibalas ganjaran setimpalnya.

Saturday, February 13, 2010

Ke Pangkuan Ayah Ibu

Ikutkan hati Innova ini saya ingin henjut selaju yang mungkin, seusai solat jumaat lagi ingin saya luncurkannya di atas aspal timur barat, gagah mendaki cerun, lasak menuruni lembah.

Walau semilir angina bertiup kencang, membawa bilahan masa berlalu pergi, saya akan terus menekan pedal, walau mata dihinggap kantuk, walau badan lesu seribu, kerana niat dihati, biar cepat menjejak destinasi.

Tapi suara rasional saya membantah, biarkan tubuh mendapat rehat, biar minda segar berfokus dan biarkan jalan beransur pulih.

Meluncur dihari jumaat umpama mencari bala dan penat, jalanan tersesak tenat.Entah bila destinasi mampu dijejak enak.

Saya difahamkan, kepulangan ke kelantan pada hari pertama cuti sebegitu pastinya akan mengundang sesak yang menguji kesabaran.

Hari ini, selepas subuh kami bertolak, latihan bangun awal hari persekolahan mempermudahkan anak-anak bersiap dan bersedia lebih awal. Tiada yang meragam. Terima kasih anak-anak abah.

Bersarapan dengan sandwich telur yang sempat disediakan awal oleh isteri tercinta, saya focus memandu. Jam 730 pagi kami sudah dijalanraya. Bergerak lancar dari penang ke kulim, dari kulim ke grik, dari grik menuju jeli dan terus ke kota bharu.

Perjalanan lancer dengan jangkaun kelajuan sekitar 70-80km sejam. Jalan dilimpahi kereta. Walau tiada zon pecut, perjalanan tidak terganggu. Tapi masih terdapat sekurang-kurangnya 3 kemalangan tahap sederhana serius yang saya saksikan. Tiada kemalangan jiwa saya kira.

Ya allah, selamatkanlah perjalanan ini.

Jam 2 saya tiba di kampong halaman. Bercuti di Kampung sempena raya cina. Situasi yang tidak pernah saya nikmati sejak berkeluarga ini.

Seingat saya, bersama ayah dan ibu sempena raya cina ini berlaku lebih 10 tahun dahulu, berlangsung dalam suasana meriah khas untuk anak yang pertama berlepas kea lam perkahwinan. Hari tersebut adalah hari kenduri menerima menantu. Saya dan isteri baru melapor diri sebagai bakal guru di maktab perguruan islam bangi tahun 2000.

Hari ini, wajah ibu yang saya panggil MAMI saya tatap sedalamnya. Saya salaminya dan cium pipinya . Terasa getaran kasih masih hebat dihati seorang ibu.

Saya pastikan setiap anak menyantuni neneknya. TUK MI mereka disalami seorang demi seorang. Rasa rindu terubat puas, ngomelan untuk pulang kekampung sebelum ini akhirnya terpadam dengan aliran sentuhan yang mengalir ditangan nenek tua mereka ini.

ABAH datang dengan watak seriusnya. Namun mesra bersama cucunya tidak terlindung. Pantas diangkat dukung cucu kecil dan diacah ceria.

ABAH dan MAMI, saya janji pada nafas yang masih berbaki, moga allah berikan kekuatan untuk saya memenuhi azam lama saya, jadikan saya anak soleh yang sentiasa berbakti pada orang tuanya.

ABAH dan MAMI, terima kasih atas segala jasa, didikan dan agama yang diberikan, jua dengan kesabaran menangani karenah anakmua ini.

Terima kasih kerana menjaga dan tidak membuang saya.

p.s : Masih terkenang malang nasib anak yang dibuang. Andainya suara itu didengari cuping telinga manusiawi, takkan tergamak mereka dibiar mati sendirian. Terasa pasti sedihnya tangisan perpisahan anak kecil itu dimalam yang serba kejam ini.

Friday, February 12, 2010

Terima Kasih Valentine Day

Hadiah Valentine

Terima kasih kerana melahirkan saya ke dunia, melihat alam maya ini walau buat seketika. Melihat cerlang langit dan pancaran mataharinya.

Terima kasih juga kerana memberikan peluang untuk menghirup udara segar dan bernafas ceria dibumi tuhan ini.

Jeritan kecil saya memecah suasana sekejap cuma, meneriakkan kegembiraan diri dan kesyukuran, syukurnya dilahirkan sempurna oleh seorang ibu yang sanggup berpantang ajal demi kewujudan saya.

Saya sayang ibu dan ayah. Ibu dan ayah adalah sumber inspirasi hidup saya.

Ayah dan ibulah permulaan saya, kurnia tuhan menjemput ceria jiwa kecil saya. Saya berjanji ayah dan ibu , engkau berdua akan saya hormat dan sanjungi sepanjang langkah hidup saya.

Berikan peluang saya menghormatimu, menyanjungmu dan berkorban demi melihat dikau ceria suatu hari nanti.

Ya allah, lindungilah kedua manusia ini yang menghantarku kedunia ini.

Selamatkanlah mereka, selama-lamanya ……



Monolog si Kecil

Tapi kini kedinginan menyelubungi diri kecil ini, mana hangat badan ibu menyelimut saya. Dimana tangan ibu menepuk mesra tubuh kerdil ini. Saya kehausan.

Saya dahagakan kasih ibu menyentuh tubuh saya, menyuapkan setiap nadi nafas saya dengan aliran cinta sayangmu.Tapi mana ibu ??

Mana suara ayah mendodoikan azan pertama ketelinga saya, mana tangan gagahnya memangku saya dan menjulang acah ceria menyambut kehadiran saya.

Saya ditinggal keseorangan. Dibalut pekat malam yang mendinginkan.

Ditemani sedikit unggas malam yang menyanyikan lagu sedih. Kejamnya malam ini, sang nyamuk dan titis embun menyakitkan saya.

Mungkin semut lebih menyayangi

Saya kesakitan, ibu… datanglah selamatkan saya. Tepislah nyamuk besar ini. Dia mengigit saya. Cebisan kain buruk ini tak mampu menutup lindung seluruh badan saya.

Ibu…ayah…. Tolong saya. Saya lihat ada semut gila datang. Dia diatas telinga kiri saya. Dia memanggil bondongan kawanya. Koloni semut sedang menghampiri saya.



Ibu… Mereka gigit saya. Ibu… saya sejuk…., ibu saya haus, ibu saya sakit.

Saya menangis.

Jeritan saya ditengah malam tiada yang mendengarnya.Pedihnya amat.

Gigitan serangga tidak sepedih kehilangan ibu dan ayah.

Saya mahukan ibu…. Saya rindukan ayah.

Jangan tinggalkan saya disini. Ampunkan saya jika saya bersalah.

Oh, tuhan, ampunkanlah dosa hamba kecilmu ini.

p.s : hiba hati menulis entry ini, bersama lagu ayah dan ibu nyanyian sudirman yang saya sengaja pasang, ia menusuk hati dan perasaan. Apalah malangnya nasib anak kecil ini.

Terima kasih buat para warga yang merayakan Valentime. Terima kasih atas hadiah anda buat alam ini.

Al Fatihah Buat Abang Kahar

Al Fatihah Buat Abang Kahar.

Saya selesa memanggilnya Abang Kahar.

Perkenalan di Sabah banyak mengajarkan erti manisnya persahabatan.

Beliau berkelana ke Sabah menongkah arus kehidupan, mencuba sesuatu yang baru dalam hidupnya. Bersama isteri tercinta yang saya panggil Kak Nah, mereka mendiami markas pertama pemuda di Kampung Likas.

Dengan kelebihan rajin dan kepakarannya memasak, Nasi dagang terengganunya cepat tersohor diseluruh Kota Kinabalu ini. Apatah lagi perkhidmatannya yang cekap dan mudah bertolak ansur. Cateringnya menjadi antara favourite kegemaran saya.

Tak hairanlah, sekolah saya antara yang selalu mengambil tempahan darinya termasuklah dalam acara Majlis Berbuka Puasa, Kem Ko-Kurikulum di Malanggang, Hari Raya dan sebagainya.

Hubungan kami lebih akrab kerana beberapa orang anak beliau pernah berguru dengan saya di SMK P Likas ini, Siti Hajar dan Siti Hasanah adalah antara anak didik bahasa arab saya dan penggerak utama BALKIS di sabah dulu.

Bukan sekadar itu sahaja, jejak pengalaman dalam perjuangan dakwah mengikat kami bersama. Beliau ternyata mempunyai banyak pengalaman dan cerita. Ia dikongsi dalam rantaian usaha memurnikan imej Islam dimata masyarakat dengan pelbagai dimensi dakwah. Ternyata ianya amat indah untuk dikenang.

Cerita kami terpisah selepas beliau terpaksa kembali ke Terengganu menguruskan keluarga dan ibunya yang uzur pada awal 2009 yang lalu.

Tapi semalam tepat jam 10.30malam, kotak mesej saya dihujani dengan berita pemergiaannya yang mengejutkan. Terlibat dalam kemalangan motorsikal. Beliau meninggal dunia ditempat kejadian. Anaknya tidak lupa untuk memaklumkan kehilangan ini.

Ditengah malam saya membaca al fatihah bersama doa dipanjat, moga allah menerimanya.

Berita pemergiaanya direkod sahabat saya saudara Nasirin yang juga merupakan sepupunya, diblog popularnya Stay Alive.2.154, http://inksensei.wordpress.com/

Tadi, saya menerima panggilan telefon dari adik saya yang menerima panggilan telefon dari sepupu saya mengabarkan sepupu saya; yang saya panggil Abang Kahar telah meninggal dunia akibat kemalangan jalanraya.

Beliau dilanggar kereta sewaktu menaiki motorsikalnya di Kuala Terengganu.

Abang Kahar adalah anak kepada ibu saudara saya yang saya panggil Che’ De Nah. Adik kepada Ahli Parlimen Kuala Terengganu Abdul Wahid Endut. Dilahirkan dalam keluarga yang kuat berpegang dengan Islam. Pernah berhijrah ke Sabah bersama keluarganya. Saya pasti sahabat-sahabat jemaah di KK mengenali beliau. Sering kami order ‘katering’ dari Allahyarham bila ada majlis membabitkan jemaah.

Allahyarham yang saya kenali adalah seorang yang jujur & tabah, & seorang sepupu yang prihatin.

Saya mohon 10 saat dari masa tuan puan & sesiapa saja yang mengenali beliau, semua yang membaca blog ini, untuk mendoakan agar Allah menempatkan Abang Kahar di kalangan orang-orang yang soleh, & kita mulakan dengan A-Fatihah.Terimakasih.

Setiap saat, kita makin dekat dengan kematian…bersediakah kita?

Wednesday, February 10, 2010

Canteen Day SXI

Kantin Bercuti

Hari kantin datang jua. Bersama kemeriahannya yang tersendiri.

Penyusunan yang begitu sistematik, setiap kelas dan persatuan mendapat hak untuk mencari dana dan keuntungan.

Variasi aktiviti, jualan, makanan, minuman dan permainan terhidang untuk anak kaya warga St Xavier ini menabur sumbangan. Ternyata suasana gamat dan meriah.

Penganjuran saya kira amat berjaya. Mungkin pengalaman lama adalah resepinya. Tahniah.

Bersama mengikuti hari Charity Drive dan Canteen Day ini ialah BAKTI, dengan modal permulaan RM 20. Majlis yang berlansung hamper 2 minggu itu menyaksikan keuntungan bersih luar biasa yang berjaya dicatatkan.

Dengan jualan sandwich setiap pagi selama seminggu, dagangannya tidak pernah bersisa.



Bakti menggalas Juadah

Hari Kantin pula melihatkan tenaga muda BAKTI ini memulakan kempen agresif jualan mereka lebih awal, dengan kempen promosi dan gimik diskaun, mereka juga menawarkan hadiah misteri untuk pembeli bertuah. Hasilnya saya melihat senarai daftar tempahan melimpah hingga ke 130 orang.

Bermodalkan Pizza Junior, Islamic Spaggeti dan Air Jus Jimi Asmara, BAKTI mampu mencatatkan jualan hingga RM 560 dari jam 8 hingga 11.00 pagi. Satu pencapaian yang saya kagum dan tidak disangka.

Saya juga menikmati juadah istimewa ini dengan perasaan takjub dan syukur. Memang menyelerakan dan berbaloi. Apatah lagi harga hidangan untuk saya adalah percuma.

Mana ada makanan percuma yang tak sedap, apatah lagi time lapar.

Setelah dicampur tolak, keuntungan bersih sempena minggu kebajikan ini buat Badan Kepimpinan dan Tarbiah Islam ialah RM 257.60.

Alhamdulillah.



Tuah Resepi Rahsia

Dan hari ini resepi pizza junior tersebut saya ubah dan hidangkan untuk anak-anak kesayangan saya dirumah.

Dengan mulut yang penuh berisi keju dan pizza, mereka memuji keenakan dan kepakaran chef baru keluarga bertuah ini.

“Memang abah pandai masak, sedap……” kata mereka sambil menghabiskan 3-4 roti pizza junior yang sengaja saya buatkan untuk mereka.

Kalau hari-hari abah masak kan best…. Jerit mereka lagi. Saya tersenyum bersama jelingan Mamanya .

Tuesday, February 9, 2010

Tanggungjawab Prihatin

Prihatin Semut

Benar, kita hidup dalam islam umpama koloni semut.

Saling Bantu membantu. Bekerjasama. Bertegur sapa. Mengambil berat. Mengambil tahu. Berat sama diunjung ringan sama dijinjing, besar gajah sama dilapah, kecil daun sama dicecah.

Maksud hadis nabi yang diriwayatkan bukhari dan muslim ada menyebut : orang islam berusaha menyelamatkan dan tidak menyakiti, membantu dan tidak membiarkan, menyembunyikan rahsia dan tidak mendedahkan,

Memang islam mengambil berat hal saudaranya. Ia perlu hidup membantu, perlu bijak menyelesaikan masalah dan perlu tahu untuk menyelamatkan.

Untuk itu Lee, jangan salahkan orang lain yang melihat dan cuba menasihat kesalahan kita. Jangan sentiasa memandang serong niat baik orang lain. Mungkin mereka lebih ingin mendamaikan dari mahu bersengketa. Mahu mencari ruang positif dari konflik negative.

Kita juga jangan sengaja mengundang padah fitnah. Kita juga yang merana.



Undangan Padah Fitnah

Bayangkan ustaz dalam perjalanan pulang kehausan, Ustaz singgah sekejap melepas lelah dan penat. Melabuhkan punggung dijemari kerusi yang empuk, ustaz memesan order disebuah kedai cina yang terletak diperjalanan. Bawakan saya segelas fresh orange.

Pelayan membawa minuman. Gelas besar berbuih air bikarbonat berperisa oren memecahkan aroma hidung. Warna dan baunya menyelerakan. Tapi sayangnya ia dihidang dalam gelas classic tertulis nama TIGER disisinya. Mahukah ustaz meminumnya ? tak salah dan tak berdosa kan.Ustaz bukannya minum arak. Gelas arak itu suci jika dibasuh, ia tidak perlu disamak. Jika begitu tak salahkan ustaz minum…./

Memang tak salah, tapi jika ada seorang pelajar ustaz yang ternampak. Apa dia akan kata. Tak sangka ustaz pun minum juga. Dari jauh oren warna air umpama cairan haram TIGER yang diteguk. Orang lain mana tahu, pedulikan perasaan orang lain asalkan ustaz tahu apa yang ustaz buat itu halal. Bukankah begitu.

Tapi tidak, ustaz akan sengaja mengundang fitnah, fitnah bukan kerana ustaz hendak dipermalukan, tapi terfitnah kerana kebodohan sendiri.

Orang takkan mempercayai ustaz lagi, reputasi ustaz akan jatuh tercemar. Walau ustaz tak bersalah meminum yang halal, tapi ustaz bersalah menconteng arang kepada maruah ustaz sendiri.

Bodohnya ustaz kan, kalau begitu.

Mukanya berbenih ceria, contoh santai menggeletek hatinya. Lee tersenyum dalam sedar nasihat.

Dungu Sendiri

Jadi kita kena berhati2, jangan tindakan kita mencemarkan peribadi kita. Apatah lagi perbuatan kita merosakkan nama baik islam.

Oleh itu kita sepatutnya wajar menerima hukuman atas jenayah ketidakpedulian kita.



Kalau ustaz kebandar pulau pinang dan bertemu kawan lama, sudah puluhan tahun sejak kembali dari Jordan tidak bertemu. Lalu perkenalan sejenak memerlukan hubungan yang lebih panjang dan berkekalan. Ustaz minta nombor telefonnya.

Dia menyebut angkanya. Baru ustaz sedar, hanphone ustaz tertinggal, ustaz mengambil pen namun tiada kertasnya.

Terpandang kertas disimen koridor, ustaz pungut dan mencatatnya. Tidak pedulikan kertas itu dari mana. Walaupun kertas itu sebenarnya kertas tertulis TOTO – TIKAM EKOR.

Ustaz bukan berjudi kan, tak salah untuk ustaz mencatat nombor telefon kawan kan. Dan ustaz terus masukkannya kedalam kocek baju.

Ya, tak salah, tapi bayangkan jika ustaz pergi solat berjemaah sebagai imam, ustaz mula takbir qiam dan rukuk, tetiba kertas nombor ekor itu terjatuh didepan khalayak. Apa persepsi masyarakat, mampukah ustaz menjelaskan segalanya. Atau telah terpatri persepsi negative ustaz pada minda masyarakat.

Sekarang siapa yang salah, khalayak yang memberi tanggapan yang silap atau ustaz yang alpa dan dungu dalam membaca situasi dakwah.

Memang betul ustaz. Lee mengangguk kepalanya sambil mindanya terbayang komedi lucu diruang solat, bagaimana seorang imam sedang mempertahankan dirinya bila rahsia nombor ekornya terbongkar percuma.

Dia ketawa ceria.

Moga sketsa lucu mindanya dapat membawakannya kealam reality islam dan dakwah.

Moga dia lebih memahami dan menghayati.

Percaya itu Bahagia

Bilik Bermanfaat

Kelas bersurai. Loceng rehat berbunyi.

Saya masih dibilik agama. Menanda satu dua jawapan latihan pelajar.

Seperti biasa, berbondong salam menerjah gegendang telinga saya bersama kelibat pelajar yang sentiasa menziarahi dikala rehat begini.

Mereka lebih suka menghabiskan umur muda dibilik ini dari menganyang nasi dan mee sup dikantin sekolah.

Pernah saya bertanya mereka. Kenapa tak turun ke kantin? Tak rasa lapar ke ?

Kami tak lapar ustaz,kami dah makan dirumah tadi” jawab seorang pelajar berbadan gempal.

Kami suka berada kat bilik ini, ini port kami berjumpa dengan sahabat2 kelas lain.

Kami nak Tanya dan berbincang dengan ustaz. Biar minda dan hati kami terisi sikit. Banyak soalan kami ini.” Antara jawapan yang sering pelajar kemukakan.

Baiklah, tanyalah apa yang terbuku diminda, kita bincang dan pilih jawapan terbaiknya.



Terungkai kusut

Tika itu, masuk seorang pelajar. Memang dialah sasaran saya pagi ini. Dia mendatangi saya dan duduk dikerusi paling hampir dengan saya.

Pelajar yang dilaporkan bermasalah. Pelajar yang mempunyai konflik agama yang cukup kronik meruncing.

Saya berhati2 memulakan bicara. Takut ada yang terluka. Hati akan mencuka dan pintu hidayah tidak terbuka.

Ustaz sempat mengunjungi jenazah Brother tempoh hari. Ustaz pergi bersama beberapa orang rakan BAKTI. Cikgu emmanuel banyak membantu disana.

Saya pun pergi juga. Ramai orang yang datang beri penghormatan.

Lee ! Ustaz nak Tanya sikit, ujar saya dengan nada yang sedikit dikuatkan serius. Ustaz dengar Lee masih minum arak. Ada pelajar yang beritahu ustaz, betul ke ? ustaz masih tak percaya. Tapi ustaz masih mahukan penjelasan Lee.

Ustaz juga tahu Lee ada dalam majlis pengkebumian Brother. Sambil berdiri dan menyanyi bersama membaca mantera. Itukan majlis keagamaan, kenapa Lee masih ikut.

Dia tersenyum tidak tergugat. Aahh! Biarlah ustaz, diaorang semua pandang saya lain macam. Semua kata saya buat benda yang salah, saya dah tak peduli dah apa orang lain kata.

Tapi mereka lihat Lee masih memegang botol. Sama macam botol arak. Kan Ustaz pernah nampak Lee pegang botol hijau sama macam botol arak hari kantin yang lepas, takde pelekat pulak tu, mana ustaz tahu benda tu halal ke haram” Saya mula memerangkapnya.

“Saya bukan minum arak, Ustaz. Saya kan dah berjanji takkan minum arak. Saya dah kena cacar ni, bekasnya masih berparut dan uratnya masih mencengkam, nyeri dan ngilu masih terasa, saya takkan minum lagi”

“Saya minum “Kampai”, ia dijual di seven eleven, ia tidak beralkohol dan bukannya arak. Ia minuman bertenaga untuk para atlit. Saya memang selalu minum semasa latihan dulu.” Jelas Lee yakin. Dan saya semakin meyakininya apabila Cikgu Nazri, salah seorang cikgu sukan disekolah ini mengiakannya bila saya ajukan perkara ini.

Saya juga memasuki gereja kerana saya menghormati Brother, dia umpama ayah bagi saya. Saya selalu bercakap dengan beliau dan dia pun ada banyak menasihati saya. Takkan saya tidak menghadiri pengkebumiaannya. Saya tak sanggup mengaibkan jenazahnya, jadi bila semua orang bangun berdiri, takkan saya nak duduk. Bila orang membaca doa, saya tunduk saja tidak membacanya. Jelas Lee merungkai kekusutan masalah.



Prihatin Masalah

Terbening dalam minda punca masalah. Terungkai melalui ekspesi tindakan dan penjelasan. Tercerna melalui tingkah dan prasangka.

Lalu saya berkata : Ustaz memang mempercayai Lee, kalau Lee berkata benar, Lee tidak bersalah selama mana tidak mempercayai dan terlibat menidakkan kuasa Allah dan Islam. Begitu juga tidak berdosa meminum minuman yang bukannya arak.

Tapi,ustaz melihat sesuatu perkara, ringkas tapi cukup signifikan, simple tapi amat bermakna.

Semuanya timbul apabila Lee sudah tidak mempedulikan perasaan orang lain, membenci sikap ambil tahu ukhuwwah islam, sengaja menempah tohmahan dan fitnah supaya sedikit dapat menyakiti hati saudara seislam.



Kenapa Lee sengaja membuang label botol minuman tersebut ? kenapa juga masih mahu berdiri menunjuk protes kepada sesetengah rakan islam yang juga berada di gereja itu, mereka tidak berdiri, dan mereka sebagaimana yang beragama hindu, budha diberi kebenaran untuk sama2 tidak berdoa dan berdiri atas alasan perbezaan beragama, ianya tidak mengaibkan, ianya sudah jelas diperingatkan oleh pengerusi majlis hari itu, Brother Paul Ho, bekas pengetua sekolah, kan.

Sengaja mengundang tohmahan membawa erti kesalahan itu dituding kepada kita bukan hanya orang lain, kita yang sengaja membiarkan orang membuat persepsi. Kita yang sengaja membiarkan diri kita ditembak fitnah, adakah lepas itu kita mahu minta pahala dari tuhan kerana difitnah.

Ia natijah kerana kebodohan sendiri. Ia padah dari kealpaan kita.

Jadi beringatlah.

Wajahnya berubah mencuka, hatinya terguris luka.

Sunday, February 7, 2010

Ujian Percaya

“Memang betul Ustaz , saya nampak dia minum arak. Dia pegang botol arak tu dan minum bersama rakan cinanya di atas bas” ujar seorang pelajar saya umpama penyiasat upahan.

“Entah apa nak jadi dengan dia ustaz” Sampuknya lagi putus asa.

Saya hanya menjadi pendengar setia, terbakar juga sedikit hati ini kerana saya pernah berbincang lama dengannya. Sememangnya dulu dia kaki botol sejak tingkatan 1 tapi katanya kini dia sudah bertaubat.

Taubat kerana cacar dibadannya. Taubat kerana pesan doctor tentang padah arak kepada badan. “Saya dah berjanji takkan minum lagi, saya dah bertaubat Ustaz. Katanya suatu hari.



Petangnya dalam perjalanan ke pejabat, seorang kerani memanggil saya, “ustaz kenal budak ni kan, semalam saya lihat dia berada dalam gereja. Sama – sama bersembahyang dan mengikuti upacara pengkebumian Brother Brandane kelmarin.”

“Saya lihat dia duduk dan berdiri sama macam penganut agama kristian” lapornya lancar.

Entahlah hati saya mengeleng, teringat langsung kepada amanat saya kepada para pelajar tentang etika toleransi dalam agama yang saya gariskan, bukan sekadar itu, saya minta mereka sampaikan kepada semua warga muslim di st Xavier ini.

Tapi lidah saya seakan mudah melafaz : tak mengapa, nanti saya tengokkan, dulu dia dah berjanji dengan saya untuk tidak minum arak. Mungkin dia sekadar mengucapkan terima kasih digereja tu. Nantilah saya jumpa dia esok.” Sahut saya membungakan harapan dan kepercayaan pada seorang anak muda cina berkonflik agama ini.

Moga allah membantu saya. Doa dipanjat dari hati.

Saturday, February 6, 2010

Chapel dan Kematian



Ribut Pagi

Hitungan hari ke kemuncak CANTEEN DAY masih berbaki 2 hari.

Persaingan mengumpul dana kebajikan terbanyak masih berlangsung gamat.

Pelajar memberi komitmen berganda.

Tapi keriuhan pagi ini bertiup sedikit berbeza. Dengan desas – desus menghembus berdesir. Saya tidak tahu apa gerangan khabar beritanya.

Tapi riak jelas membayangkan, ada sesuatu perkara baru berlaku.

Pemergian Father

Menjelang tengahari, baru saya dikhabarkan pemergian aman dan damai seorang Brother Paderi yang sekian lama menabur bakti di sekolah permai ini. Berusia 91 tahun, pernah menjawat pelbagai jawatan termasuk pengetua di sekolah mubaligh berdekatan. Jasa dan sumbangan mungkin tidak terhitung.

Saya baru melihat kelibatnya sekilas, itupun ketika saya berpapasan dengannya dikantin sekolah.

Dengan berkerusi roda, beliau tenang disapa oleh guru dan pelajar disekelilingnya. Walau suara tuanya tidak kedengaran, tapi segelintir pelajar masih mengerumuninya dan membantunya dengan menyorong wheel chair tuanya. Tanda hormat terbayang pada mereka yang menyapanya.

Beliau ialah Brother Brandane Hare berusia 91 tahun dan berasal dari Burma. Lama berkelana untuk berjasa pada tuhannya. Di akhir usianya, chapel atau gereja sekolah ini adalah merupakan tempat tinggalnya. Sudah lebih 4 tahun beliau menginap disini. Dan mungkin disinilah tempat persemadiannya.

Saya mengangguk tanda faham, mereka yang berjasa pasti dibalas penghormatan tuhan, walau siapa pun dia. Sumbangannya dihargai warga sekolah. Pemergiannya cukup dirasai.

Dikelas agama, sebagaimana biasa, saya tetap setia melontar kata, melentur nurani membentur ego dan membentuk peribadi.

Konflik Pengetahuan dan Amalan

Tiba-tiba kelas diketuk berkali2, kelihatan Cikgu Emmanuel berbangsa India tapi beragama Kristian Katolik menjengah pintu. Serius perwatakannya mengajak saya untuk berbincang, seterusnya saya didatangi pula Puan Veronica bertanya konflik dimindanya.
Persoalan yang seterusnya membawa saya kebilik PK Hem, En Sim dan juga PK 1 En Cheng.

Biasanya kematian Brother ini akan diiring majlis khas, penghormatan untuk ahli agama ini memerlukan acara, dan tentatifnya melibatkan kunjungan hormat, nyanyian pancaragam, perarakan dan majlis upacara sembahyang. Ia juga menggamit warga sekolah untuk melayangkan tanda hormat dan penghargaan atas jasa sekian dekad.



Mereka datang bertanyakan kebenaran, bagaimana pandangan islam berhubung kemasukan pelajar islam kegereja, seterusnya tunduk tafakkur memberi penghormatan, mengiringi jenazah dalam kawad perarakan hormat mengiringi pemergiannya ke pusara juga bersama mengikuti acara pengkebumiannya.

Soalan bertalu-talu juga dikemukakan pelajar saya bila tiba waktu kelas mereka. Jelas ianya mengundang konflik pengetahuan dan keimanan jika tidak dirungkai sebaiknya.

Harga sebuah Jasa

Saya cuba bertindak wajar, atas batasan dan pengetahuan yang ada. Saya berbicara untuk semua, bukan hanya pada watak pelajar, bahkan guru dan pimpinan tadbir sekolah. Saya menjelaskan halus toleransi agama kita.

Islam menghargai sumbangan mereka yang berjasa, ternyata manusia bermanfaat lebih dihormati dan ditagih terima kasihnya. Atas sumbangan jasa begitu lama, zalimnya Islam jika tidak mengizinkan penganutnya mengucap takziah dan datang menziarahi tanda hormat dan terima kasih bagi penganut agama lain yang meninggal dunia.

Bahkan nabi juga pernah menyuruh para sahabat untuk berdiri menghormati jenazah pimpinan bukan islam di kota madinah dulu, ianya toleransi asas kepada perpaduan.

Islam juga tidak melarang kita memasuki gereja, bahkan jika disanalah tapak subur untuk dakwah manusia kepada Allah, para agamawan perlu mengubah pentas dakwah mereka ke gereja pula, Saidina Umar juga pernah dalam harum sejarah palestinnya mengunjungi gereja, toleransinya untuk umat ini tidak alahan dengan tempat ibadat bukan islam ini.

Cerminan Sirah dalam Toleransi

Bahkan nabi menggariskan undang2 mengekalkan gereja sebagai rumah ibadat tanpa diganggu gugat keharmoniannya walau tika peperangan. Memasukinya hanya diizinkan untuk tujuan kebaikan dan bukannya menghancurkan.

Namun kebijaksanaan Umar untuk tidak bersolat didalam gereja berlapik alasan, umat yang terkemudian tidak akan menyalah anggap tindakannya. Bukan membawa maksud kuasailah gereja dan tukarkannya kepada masjid islam juga bukan untuk kita langsung tidak memasukinya kerana kenajisannya.



Perarakan pelajar beruniform dengan tabik hormat yang juga melibatkan pelajar Islam juga tidak membawa apa-apa kesan aqidah jika hanya bertujuan menghormati, ini juga bukannya merupakan acara rasmi keagamaan pengkebumiaan ala kristian.

Tapi yang paling puncaknya, saya tegaskan kepada pentadbiran dan pelajar, jangan melibatkan diri pelajar Islam kedalam acara keagamaan dan majlis pengkebumian, ianya acara agama dan tidak boleh dihadiri umat islam apatah lagi untuk sama-sama berdoa dan membaca mantera agama bersama mereka.

Tegak agama bersama prinsipnya, namun toleransi adalah seni keindahannya.

Kunjungan Ziarah

Petang itu, saya bersama wakil BAKTI datang berkunjung. Memasuki gereja dan menuju ke keranda persemadian. Kelihatan Brother tenang dalam lenanya.

Saya mengucap terima kasih.

Disambut oleh beberapa cikgu yang beragama kristian, mereka berterima kasih atas kunjungan seorang USTAZ.

Tanpa bacaan fatihah, tanpa doa hanya ucapan terima kasih dari saya.

Namun, bibir hati saya mengetus ayat pendinding diri, mohon allah lindungi kami dari kejahatan makhluk yang kelihatan mahupun tersembunyi.

Selamat kembali Brother Brandane, moga disana kita akan diperlihatkan dengan kebenaran. Sudahkan anda melihat kebenaran ?

Terima kasih atas sumbangan, tapi sayang sumbangan itu hanya lah debu yang berterbangan.

Pada pelajar BAKTI saya berbisik, jadilah manusia berguna dan bermanfaat.